Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 5:43

[1] "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

[2] Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,

[3] demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.

[4] Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.

[5] Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah.

[6] Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.

[7] Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.

[8] Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi.

[9] Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.

[10] Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.

[11] Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.

[12] Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku?

[13] Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku,

[14] maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal,

[15] sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.

[16] Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.

[17] Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,

[18] dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?

[19] Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku?

[20] Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?

[21] Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."

Ayub — Chapters