Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:18

[1] Maka berbicaralah Elifas, orang T'eman:

[2] "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?

[3] Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;

[4] orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;

[5] tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.

[6] Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?

[7] Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

[8] Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.

[9] Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.

[10] Singa mengaum, singa meraung – patahlah gigi singa-singa muda.

[11] Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai.

[12] Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya,

[13] waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.

[14] Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar.

[15] Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku.

[16] Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar:

[17] Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?

[18] Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nya pun didapati-Nya tersesat,

[19] lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat.

[20] Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.

[21] Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.

Ayub — Chapters