Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:18

[1] Tetapi Ayub menjawab:

[2] “Dengarkanlah baik-baik perkataanku dan biarlah itu menjadi penghiburanmu.

[3] Bersabarlah dengan aku, aku akan berbicara; sehabis bicaraku bolehlah kamu mengejek.

[4] Kepada manusiakah keluhanku tertuju? Mengapa aku tidak boleh kesal hati?

[5] Berpalinglah kepadaku, maka kamu akan tercengang, dan menutup mulutmu dengan tangan!

[6] Kalau aku memikirkannya, aku menjadi takut, dan gemetarlah tubuhku.

[7] Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat?

[8] Keturunan mereka tetap bersama mereka, dan anak cucu diperhatikan mereka.

[9] Rumah-rumah mereka aman, tak ada ketakutan, pentung Allah tidak menimpa mereka.

[10] Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal, lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran.

[11] Kanak-kanak mereka dibiarkan keluar seperti kambing domba, anak-anak mereka melompat-lompat.

[12] Mereka bernyanyi-nyanyi dengan iringan rebana dan kecapi, dan bersukaria menurut lagu seruling.

[13] Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kemujuran, dan dengan tenang mereka turun ke dalam dunia orang mati.

[14] Tetapi kata mereka kepada Allah: Pergilah dari kami! Kami tidak suka mengetahui jalan-jalan-Mu.

[15] Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya?

[16] Memang, kemujuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri! Rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku.

[17] Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya!

[18] Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.

[19] Bencana untuk dia disimpan Allah bagi anak-anaknya. Sebaiknya, orang itu sendiri diganjar Allah, supaya sadar;

[20] sebaiknya matanya sendiri melihat kebinasaannya, dan ia sendiri minum dari murka Yang Mahakuasa!

[21] Karena peduli apa ia dengan keluarganya sesudah ia mati, bila telah habis jumlah bulannya?

[22] Masakan kepada Allah diajarkan orang pengetahuan, kepada Dia yang mengadili mereka yang di tempat tinggi?

[23] Yang seorang mati dengan masih penuh tenaga, dengan sangat tenang dan sentosa;

[24] pinggangnya gemuk oleh lemak, dan sumsum tulang-tulangnya masih segar.

[25] Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan.

[26] Tetapi sama-sama mereka terbaring di dalam debu, dan berenga-berenga berkeriapan di atas mereka.

[27] Sesungguhnya, aku mengetahui pikiranmu, dan muslihat yang kamu rancangkan terhadap aku.

[28] Katamu: Di mana rumah penguasa? Di mana kemah tempat kediaman orang-orang fasik?

[29] Belum pernahkah kamu bertanya-tanya kepada orang-orang yang lewat di jalan? Dapatkah kamu menyangkal petunjuk-petunjuk mereka,

[30] bahwa orang jahat terlindung pada hari kebinasaan, dan diselamatkan pada hari murka Allah?

[31] Siapa yang akan langsung menggugat kelakuannya, dan mengganjar perbuatannya?

[32] Dialah yang dibawa ke kuburan, dan jiratnya dirawat orang.

[33] Dengan nyaman ia ditutupi oleh gumpalan-gumpalan tanah di lembah; setiap orang mengikuti dia, dan yang mendahului dia tidak terbilang banyaknya.

[34] Alangkah hampanya penghiburanmu bagiku! Semua jawabanmu hanyalah tipu daya belaka!”

Ayub — Chapters