Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 10:48

[1] Setelah lewat hari Sabat, yaitu hari pertama minggu itu, Maryam dari Magdala dan Maryam yang lain datang untuk melihat makam itu, saat hari hampir siang.

[2] Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang amat dahsyat. Malaikat Tuhan turun dari surga untuk menggulingkan batu penutup makam itu, lalu duduk di atasnya.

[3] Rupa malaikat itu berkilauan seperti kilat dan pakaiannya putih seperti salju.

[4] Karena takutnya, para pengawal gemetar dan menjadi seperti orang-orang mati.

[5] Kemudian, malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu, “Janganlah takut! Aku tahu, kamu mencari Isa yang telah disalibkan itu.

[6] Ia tidak ada di sini karena Ia sudah bangkit, seperti yang telah disabdakan-Nya. Mari, lihatlah tempat bekas Ia dibaringkan.

[7] Karena itu, pergilah segera dan katakan kepada para pengikut-Nya bahwa Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan bahwa Ia akan mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Dia. Ingatlah, aku sudah mengatakannya kepadamu.”

[8] Lalu, mereka cepat-cepat pergi meninggalkan makam itu dengan perasaan takut bercampur gembira. Mereka lari untuk memberitahukan hal itu kepada para pengikut-Nya.

[9] Tiba-tiba Isa menjumpai mereka serta berkata, “Salam bagimu.” Lalu, perempuan-perempuan itu mendekati Isa, menyentuh kaki-Nya, serta sujud di hadapan-Nya.

[10] Sabda Isa kepada mereka, “Jangan takut! Pergi dan beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea. Di sana mereka akan melihat Aku.”

[11] Sementara kedua perempuan itu masih dalam perjalanan, para penjaga makam telah sampai di kota dan memberitahukan segala sesuatu yang terjadi kepada imam-imam kepala.

[12] Setelah mereka berkumpul dengan para tua-tua dan membicarakan hal itu, mereka memberikan uang perak secukupnya kepada para pengawal itu

[13] serta berpesan, “Kamu harus mengatakan bahwa ketika kamu sedang tidur, para pengikut-Nya datang pada malam hari dan mencuri jenazah-Nya.

[14] Jika hal ini sampai terdengar oleh penguasa setempat, kami akan meyakinkan dia supaya kamu tidak mendapat kesulitan.”

[15] Mereka mengambil uang itu, lalu melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka. Cerita itu kemudian tersebar di antara orang Israil, bahkan sampai sekarang ini.

[16] Kemudian, kesebelas pengikut Isa pergi ke salah satu bukit di wilayah Galilea sesuai dengan yang telah ditunjuk oleh Isa sebelumnya.

[17] Ketika mereka melihat Dia, mereka pun sujud di hadapan-Nya walaupun ada juga yang masih ragu-ragu.

[18] Isa mendekati mereka dan bersabda, “Segala wewenang dan kuasa, baik di surga maupun di bumi, sudah diserahkan kepada-Ku.

[19] Sebab itu, pergilah, jadikanlah semua suku bangsa pengikut-Ku dan permandikanlah mereka dalam nama Sang Bapa, Sang Anak, dan Ruh Allah Yang Mahasuci.

[20] Ajarlah mereka menaati segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu dan ingatlah, Aku menyertai kamu sampai kesudahan zaman.”

Kitab Injil Matius — Chapters