Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 7:48

[1] Isa memanggil kedua belas pengikut-Nya, lalu memberikan kepada mereka wewenang untuk mengusir setan-setan dan menyembuhkan segala penyakit serta segala kelemahan.

[2] Inilah nama kedua belas rasul itu: Simon, yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya; Yakub bin Zabdi, dan Yahya, saudaranya;

[3] Filipus dan Bartolomeus; Tomas dan Matius, pemungut cukai; Yakub bin Alpius, dan Tadeus;

[4] Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yaitu orang yang mengkhianati Isa.

[5] Kemudian, Isa mengutus kedua belas pengikut-Nya itu. Ia berpesan kepada mereka, sabda-Nya, “Jangan pergi ke wilayah orang-orang bukan Yahudi atau ke kota orang Samaria,

[6] tetapi pergilah kepada domba-domba yang hilang dari antara bani Israil.

[7] Pergilah dan beritakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Surga sudah dekat.’

[8] Sembuhkanlah orang sakit, hidupkanlah orang mati, tahirkan orang yang najis karena penyakit kusta, dan usirlah setan-setan. Kamu menerima dengan cuma-cuma karena itu berilah dengan cuma-cuma pula.

[9] Jangan bawa emas, perak, atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

[10] Jangan bawa tempat bekal dalam perjalananmu, dan juga jangan kenakan dua rangkap pakaian, alas kaki, atau tongkat karena setiap orang yang bekerja patut mendapatkan nafkahnya.

[11] Jika kamu masuk ke suatu kota atau desa, carilah di sana orang yang mau menerima kamu, lalu tinggallah di situ sampai kamu pergi dari tempat itu.

[12] Ketika kamu masuk ke sebuah rumah, ucapkanlah salam padanya.

[13] Jika penghuni rumah itu mau menerima kamu, maka sejahtera yang berasal darimu akan turun ke atasnya. Tetapi, jika tidak, maka sejahtera itu akan kembali kepadamu.

[14] Jika ada orang yang tidak mau menerima kamu dan tidak mendengarkan perkataanmu, kebaskanlah debu dari kakimu ketika kamu pergi dari rumah atau kota itu.

[15] Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, pada hari kiamat, azab atas Sodom dan Gomora akan lebih ringan daripada azab atas kota itu.”

[16] “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. Sebab itu, hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

[17] Waspadalah, karena orang-orang akan menyerahkan kamu ke Mahkamah-mahkamah Agama, dan kamu akan disesah di rumah-rumah ibadah mereka.

[18] Karena Aku, kamu akan digiring ke hadapan para penguasa serta para raja untuk memberi kesaksian di hadapan mereka dan bangsa-bangsa lain.

[19] Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah khawatir mengenai bagaimana atau apa yang akan kamu katakan karena pada waktu itu juga akan dikaruniakan kepadamu apa yang sepatutnya kamu katakan.

[20] Sebab bukan kamu lagi yang berkata-kata, melainkan Ruh Bapamu yang ada di dalam kamu.

[21] Orang akan menyerahkan saudaranya sendiri untuk dibunuh, dan ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak pun akan melawan orang tuanya, bahkan akan menjatuhkan hukuman mati atas mereka.

[22] Kamu akan dibenci oleh semua orang karena nama-Ku, tetapi siapa yang bertahan sampai kesudahannya akan diselamatkan.

[23] Apabila kamu dianiaya di salah satu kota, larilah ke kota yang lain. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum kamu selesai menjelajahi semua kota lainnya di Israil, Anak Manusia sudah datang.

[24] Seorang murid tidak akan lebih daripada gurunya, dan seorang hamba tidak akan lebih daripada tuannya.

[25] Cukuplah bagi seorang murid apabila ia menjadi sama dengan gurunya, dan bagi seorang hamba apabila ia menjadi sama dengan tuannya. Jadi, jika kepala keluarga mendapat julukan Baalzebul, apalagi anggota-anggota keluarganya!

[26] Sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka. Karena apa yang tertutup akan dinyatakan, dan apa yang tersembunyi akan diketahui orang.

[27] Katakanlah di tempat terang apa yang Kukatakan kepadamu di tempat gelap, dan serukanlah dari sotoh rumahmu apa yang dibisikkan di telingamu.

[28] Janganlah takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak mampu membunuh jiwa. Hendaklah kamu lebih takut kepada Dia, yang dapat membinasakan, baik jiwa maupun tubuh, di neraka jahanam.

[29] Bukankah burung pipit dijual orang dengan harga seduit untuk dua ekor? Meskipun demikian, tidak seekor pun dari burung-burung itu akan jatuh ke tanah jika Bapamu tidak menghendakinya.

[30] Rambut di kepalamu pun semuanya terhitung.

[31] Sebab itu, janganlah kamu takut karena kamu lebih bernilai daripada banyak burung pipit.

[32] Siapa mengakui Aku di hadapan manusia, Aku pun akan mengakuinya di hadapan Bapa-Ku yang di surga.

[33] Tetapi, siapa menyangkal Aku di hadapan manusia, Aku pun akan menyangkalnya di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”

[34] “Jangan menyangka bahwa Aku datang ke bumi untuk membawa damai. Aku datang bukan membawa damai, melainkan pedang.

[35] Karena kedatangan-Ku ini akan memisahkan anak laki-laki dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, dan menantu perempuan dari mertuanya.

[36] Anggota keluarga sendiri akan menjadi musuhnya.

[37] Siapa lebih mengasihi ayahnya atau ibunya daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Demikian pula orang yang lebih mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya perempuan daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

[38] Siapa tidak memikul salibnya serta mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

[39] Siapa berusaha mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan mendapatkannya.

[40] Siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

[41] Siapa menyambut seorang nabi karena kenabiannya, ia akan mendapat pahala nabi, dan siapa menyambut seorang yang saleh karena kesalehannya, ia akan mendapat pahala orang saleh.

[42] Siapa memberi minum—meskipun hanya secangkir air sejuk—kepada salah seorang yang kecil ini karena ia pengikut-Ku, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sekali-kali ia tidak akan kehilangan pahalanya.”

Kitab Injil Matius — Chapters