Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:11

[1] Roh Kudus dengan jelas berkata bahwa pada waktu yang akan datang, banyak orang tidak mau lagi mempercayai ajaran yang benar. Mereka akan mengikuti roh-roh jahat yang menyesatkan dan percaya kepada berbagai ajaran setan-setan.

[2] Ajaran itu berasal dari pembohong-pembohong yang hanya berpura-pura sebagai orang baik. Hati nurani mereka sudah membatu, sehingga mereka tidak bisa lagi membedakan apakah perbuatan mereka salah atau benar.

[3] Sebagai contoh, mereka melarang kita untuk menikah atau memakan makanan tertentu. Padahal Allah-lah yang menjadikan dan menyediakan makanan itu untuk kita yang percaya dan yang sudah mengetahui ajaran benar. Yang penting, kita makan dengan ucapan syukur.

[4] Karena semua yang diciptakan oleh Allah adalah baik. Satu pun tidak ada yang haram. Dengan ucapan syukur segala sesuatu boleh kita makan dan nikmati.

[5] Jadi oleh karena Firman Tuhan dan sebagai jawaban atas doa kita, Allah menjadikan semua makanan halal untuk kita.

[6] Ajarkanlah hal-hal seperti itu kepada saudara-saudari seiman di sana, sehingga di hadapan Tuhan kita Kristus Yesus kamu akan terbukti sebagai hamba-Nya yang baik. Seorang hamba Kristus yang baik haruslah semakin dewasa dalam segala macam ajaran yang membangun keyakinan kita— seperti ajaran-ajaran baik yang kamu sudah ikuti.

[7] Tetapi janganlah libatkan dirimu dengan ajaran yang berdasarkan cerita-cerita dongeng. Karena ajaran semacam itu selalu berdasarkan pikiran duniawi saja dan penuh kebodohan. Lebih baik terus melatih diri secara rohani supaya semakin berkenan kepada Allah.

[8] Latihan jasmani memang ada gunanya, tetapi terbatas. Sedangkan hidup yang sesuai kehendak Allah selalu jauh lebih berguna, karena membawa berkat baik untuk hidup yang sekarang maupun yang akan datang.

[9] Ajaran itu terbukti benar dan pantas dipercayai sepenuhnya.

[10] Karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup. Dia juga Juruselamat bagi semua orang— yaitu bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Karena itulah kita terus berjuang dan bekerja keras.

[11] Nasihati dan ajarkanlah jemaat Tuhan yang kamu layani untuk melakukan hal-hal tersebut.

[12] Biarpun kamu masih muda, jangan sampai ada orang yang menganggap kamu rendah. Karena itu hendaklah kamu menjadi contoh bagi orang-orang percaya melalui cara bicaramu, gaya hidupmu, kasihmu, keyakinanmu kepada Kristus, dan melalui hidupmu yang suci.

[13] Sebelum saya datang, utamakanlah hal-hal ini dalam pelayananmu: Bacakan dan ajarkanlah Kitab Suci kepada jemaat, dan doronglah mereka untuk terus melakukannya.

[14] Ingatlah selalu menggunakan dan mengembangkan kemampuan khusus yang diberikan kepadamu melalui nubuatan— yaitu ketika para penatua jemaat meletakkan tangan atasmu.

[15] Kerjakanlah terus tugas-tugas itu dengan sepenuh hati, sehingga keyakinan dan pelayananmu semakin bertumbuh dengan nyata di hadapan semua orang.

[16] Awasilah dirimu sendiri! Dan berikanlah perhatian penuh kepada hal-hal yang kamu ajarkan! Berdirilah teguh dalam hal-hal itu, maka kamu akan menyelamatkan dirimu dan juga orang-orang yang mendengarkan ajaranmu.

Surat Paulus yang pertama kepada Timotius — Chapters