Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 5:43

[1] Tetapi Saudara-saudari, tentang waktu dan saatnya hal ini akan terjadi, kami tidak perlu menjelaskan lagi kepada kalian dalam surat ini.

[2] Karena kalian sudah tahu dengan jelas bahwa hari kedatangan Tuhan akan datang secara tiba-tiba, seperti pencuri yang datang pada malam hari.

[3] Pada waktu itu, pasti akan ada orang-orang yang berkata, “Segala sesuatu aman dan tertib”— tetapi justru pada waktu itulah tiba-tiba mereka binasa dan tidak ada orang yang bisa melarikan diri. Semua orang tiba-tiba akan menyadari bahayanya— seperti ibu hamil tiba-tiba merasa sakit pada waktu dia mau melahirkan anaknya.

[4] Tetapi Saudara-saudari, kita tidak hidup di dalam kegelapan. Jadi hari itu tidak akan membuat kita kaget, seperti kedatangan pencuri.

[5] Karena kita semua sudah menjadi anak-anak terang, dan hidup kita diterangi oleh Tuhan. Kita bukan anak-anak gelap yang berjalan di malam gelap.

[6] Jadi janganlah kita seperti orang-orang lain yang tidak sadar— yaitu seperti mereka yang sedang tertidur. Tetapi hendaklah kita terus berjaga-jaga dan menguasai diri.

[7] Karena orang yang hidup tanpa sadar bisa digambarkan seperti orang yang sedang tidur nyenyak pada malam hari, dan juga seperti orang yang mabuk pada malam hari.

[8] Tetapi kita adalah anak-anak terang, jadi hendaklah kita menguasai diri kita sendiri. Karena kita sedang berperang melawan iblis. Dan hendaklah kita memakai alat-alat perang yang ada pada kita. Biarlah keyakinan kita kepada Yesus dan kasih kepada saudara-saudari seiman menjadi seperti baju besi yang melindungi hati kita. Dan biarlah keyakinan bahwa kita pasti diselamatkan menjadi seperti topi perang.

[9] Karena sebagai orang pilihan Allah, kita dipilih bukan untuk dihukum menurut kemarahan-Nya, tetapi Dia memilih kita untuk diselamatkan melalui Tuhan kita Kristus Yesus.

[10] Yesus sudah mati untuk kita. Karena itu Dialah yang menjamin kita, sehingga biarpun kita sudah mati atau masih hidup pada waktu Dia kembali, kita akan hidup bersama Dia.

[11] Jadi, hendaklah kalian terus saling memberikan dorongan dan saling menguatkan satu sama lain dengan ajaran ini, seperti yang sedang kalian lakukan.

[12] Saudara-saudari, kami mohon supaya setiap kalian menghargai hamba-hamba Tuhan di antara kalian— di mana dengan susah payah mereka bekerja untuk memimpin dan menasihati kalian.

[13] Hormati dan kasihilah mereka dengan sungguh-sungguh, mengingat segala sesuatu yang mereka lakukan untuk jemaat. Hiduplah dengan damai satu sama lain.

[14] Kami juga mendorong Saudara-saudari supaya menegur anggota-anggota jemaat yang malas bekerja. Kuatkanlah hati saudara-saudari kita yang kurang semangat mengikut Yesus. Tolonglah mereka yang lemah. Sabarlah terhadap semua orang.

[15] Perhatikanlah supaya tidak ada anggota kita yang membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetapi berusahalah untuk selalu berbuat baik kepada saudara-saudari seiman dan semua orang.

[16] Bersukacitalah selalu.

[17] Tetaplah berdoa.

[18] Bersyukurlah kepada Allah dalam segala keadaan, karena itulah yang dikehendaki Allah bagi kita sebagai orang yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus.

[19] Janganlah padamkan api Roh Kudus, yang bekerja di dalam diri kalian masing-masing.

[20] Sebagai contoh, ketika salah satu anggota jemaat menyampaikan pesan yang diterima dari Roh Allah, jangan menganggap remeh pesan yang disampaikannya.

[21] Tetapi setiap nubuatan hendaklah kalian uji. Kalau isi nubuatan itu ternyata dari Roh Tuhan, barulah kalian percaya.

[22] Jangan terlibat dalam kejahatan apa pun.

[23] Sekarang kami mempercayakan kalian kepada Allah— yaitu Dia yang selalu memberikan ketenangan dalam perlindungan-Nya. Doa kami, Dia semakin menyucikan setiap kalian sampai sempurna, supaya seluruh hidupmu tetap tanpa kesalahan di hadapan-Nya— baik roh, pikiran, maupun perbuatan, sampai pada saat Tuhan kita Kristus Yesus datang kembali.

[24] Karena yang memanggil kalian masing-masing adalah Allah, dan Dia sangat layak dipercaya! Dialah yang akan menyelesaikan semua itu dalam dirimu!

[25] Saudara-saudari, doakanlah kami.

[26] Sebagai umat yang disucikan oleh Allah, hendaklah kalian masing-masing saling memberi salam dengan penuh kasih kepada semua saudara-saudari seiman yang ada di sana.

[27] Demi kesatuan kita dengan Tuhan, saya ingatkan supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara-saudari seiman yang lain.

[28] Doa saya, kebaikan hati Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu menyertai kalian masing-masing.

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika — Chapters