Skip to content
Opens in a new window

[1] Yerusalem, dahulu engkau seperti wanita mandul yang tak bisa melahirkan. Tetapi sekarang bersorak-soraklah, dan bernyanyilah dengan gembira! Sebab anak-anakmu banyak sekali, melebihi anak wanita yang tidak ditinggalkan suami.

[2] Luaskanlah kemah-kemah kediamanmu; panjangkan tali-talinya dan kokohkan pasak-pasaknya!

[3] Engkau akan bertambah luas ke kanan dan kiri, pendudukmu akan menduduki tanah bangsa-bangsa dan mendiami kota-kota yang sekarang sunyi sepi.

[4] Jangan takut, engkau tak akan dipermalukan; tak akan dihina dan tersipu-sipu. Engkau akan melupakan ketidaksetiaanmu di waktu muda; tidak mengingat lagi kesepianmu sebagai janda.

[5] Penciptamu seperti suami bagimu, Allah kudus Israel adalah Penyelamatmu. TUHAN Yang Mahakuasa, itulah nama-Nya, Ia Allah penguasa seluruh dunia.

[6] Israel, engkau seperti seorang istri muda yang sedih karena ditinggalkan suaminya. Tetapi Allah memanggil engkau kembali dan berkata,

[7] “Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau; dengan penuh kasih sayang engkau Kuambil kembali.

[8] Sebentar saja Aku berpaling daripadamu karena kemarahan-Ku yang meluap-luap. Tetapi dengan kasih abadi Aku mengasihani engkau.” Demikianlah kata Allah Penyelamatmu.

[9] “Seperti di masa Nuh Aku berjanji bahwa air bah tak akan lagi menggenangi bumi, begitu juga sekarang Aku berjanji bahwa Aku tak akan marah atau mengancam kamu lagi.

[10] Biarpun gunung-gunung dan bukit-bukit goyah, Aku tak akan berhenti mengasihi engkau. Perjanjian damai-Ku akan Kupegang selalu,” kata TUHAN yang mengasihi engkau.

[11] TUHAN berkata, “Hai Yerusalem, kota yang malang, engkau tak berdaya dan tanpa penghibur. Dasar-dasarmu akan Kuletakkan kembali, dengan batu-batu berharga.

[12] Benteng-benteng Kubangun dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu permata, tembok-tembokmu dari ratna mutu manikam.

[13] Semua pendudukmu menjadi murid-Ku, mereka akan makmur sejahtera.

[14] Engkau dibangun atas dasar keadilan, dijauhkan dari kengerian dan penindasan.

[15] Bila engkau diserbu, bukanlah Aku yang menyuruh, siapa saja yang menyerang engkau akan jatuh.

[16] Akulah yang menciptakan tukang besi yang mengipas api untuk menempa senjata. Akulah juga yang menjadikan prajurit yang memakai senjata itu untuk membunuh.

[17] Tetapi setiap senjata yang ditempa untuk melawan engkau, tak akan berhasil. Dan setiap tuduhan dalam pengadilan akan kaubuktikan salah. Aku akan menghadiahkan kemenangan kepada hamba-hamba-Ku,” demikianlah kata TUHAN.

Yesaya — Chapters