Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:35

[1] Kemudian, di tangan kanan Dia yang duduk di atas arasy itu, kulihat sebuah gulungan yang penuh dengan tulisan di sebelah luar dan di sebelah dalamnya. Gulungan itu disegel dengan tujuh segel.

[2] Aku melihat pula malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, “Siapakah yang layak memecahkan segel-segelnya dan membuka gulungan itu?”

[3] Tidak ada seorang pun, baik di surga, di atas bumi, maupun di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan itu atau melihat isinya.

[4] Maka, aku menangis tersedu-sedu sebab tak seorang pun didapati layak untuk membuka gulungan itu atau melihat isinya.

[5] Lalu, seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Jangan menangis! Lihatlah, singa dari suku Yuda, yaitu tunas Daud, telah menang sehingga Ia dapat membuka gulungan itu beserta ketujuh segelnya.”

[6] Di tengah-tengah arasy yang dikelilingi keempat makhluk dan tua-tua itu kulihat seekor Anak Domba yang rupanya seperti sudah disembelih, dengan tujuh tanduk dan tujuh mata. Ketujuh mata itu ialah ketujuh Ruh Allah yang telah diutus ke seluruh bumi.

[7] Lalu, Anak Domba itu datang dan mengambil gulungan itu dari tangan kanan Dia yang duduk di atas arasy.

[8] Pada waktu gulungan itu diambil, sujudlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba, masing-masing memegang kecapi dan cawan emas penuh dengan kemenyan, yaitu doa-doa orang-orang saleh.

[9] Mereka semua menyanyikan sebuah nyanyian baru, demikian bunyinya, “Engkau layak mengambil gulungan itu dan membuka segel-segelnya karena Engkau telah disembelih, dan dengan darah-Mu Engkau menebus kami bagi Allah dari tiap suku, bahasa, kaum, dan bangsa.

[10] Engkau telah menjadikan mereka raja-raja dan imam-imam bagi Tuhan kita, dan mereka semua akan memerintah di atas bumi.”

[11] Kemudian, aku melihat dan mendengar suara malaikat yang beribu-ribu dan berjuta-juta banyaknya. Mereka mengelilingi arasy dan keempat makhluk serta tua-tua itu.

[12] Kata mereka dengan suara nyaring, “Anak Domba yang telah disembelih itu layak menerima kuasa, kekayaan, hikmah, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan pujian!”

[13] Maka, kudengar pula semua makhluk di surga, di bumi, di bawah bumi, di laut dan semua yang ada di dalamnya, berseru, “Segala puji, hormat, kemuliaan, dan kuasa sampai selama-lamanya bagi Dia yang duduk di atas arasy itu serta bagi Anak Domba itu.”

[14] Keempat makhluk itu pun berkata, “Amin.” Lalu, semua tua-tua itu pun sujud menyembah.

Wahyu Yahya — Chapters