Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:43

[1] Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Isa Al-Masih. Kepada semua orang yang telah memperoleh iman yang sama indahnya dengan iman kami karena apa yang benar, yang berasal dari Tuhan kita dan Penyelamat kita Isa Al-Masih.

[2] Bagimu dilimpahkan anugerah dan sejahtera sementara kamu mengenal Allah dan Isa, Junjungan kita Yang Ilahi.

[3] Segala sesuatu yang berguna untuk hidup dan kesalehan telah dianugerahkan kepada kita oleh kuasa Ilahi-Nya melalui pengenalan terhadap Dia, yang telah memanggil kita kepada kemuliaan dan kebaikan-Nya.

[4] Melalui hal itu, Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan luar biasa besarnya supaya dengan itu kamu memperoleh bagian dalam keilahian-Nya dan terlepas dari kebinasaan di dunia akibat keinginan jahat.

[5] Oleh karena itu, dengan segala upaya, tambahkanlah pada imanmu kebaikan, dan pada kebaikanmu pengetahuan,

[6] pada pengetahuan penguasaan diri, pada penguasaan diri ketekunan, pada ketekunan kesalehan,

[7] pada kesalehan kasih persaudaraan, dan pada kasih persaudaraanmu kasih terhadap semua orang.

[8] Karena jika semua hal itu ada di dalam dirimu dengan berlimpah-limpah, maka kamu akan berhasil dan berbuah dalam mengenal Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi.

[9] Sedangkan orang yang tidak memiliki semua hal itu sama seperti orang yang buta dan berpandangan picik. Ia lupa bahwa ia telah disucikan dari dosa-dosanya yang dahulu.

[10] Oleh sebab itu, hai Saudara-saudaraku, berusahalah lebih lagi agar panggilan dan pilihan-Nya atas kamu menjadi teguh

[11] karena jika kamu melakukan semua itu, maka sekali-kali kamu tidak akan tersandung. Dengan demikian, oleh kemurahan-Nya kelak kamu akan diberi hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan kekal, yaitu kerajaan yang diperintah oleh Isa Al-Masih, Junjungan Yang Ilahi dan Penyelamat kita.

[12] Oleh sebab itu, aku bermaksud untuk selalu mengingatkan kamu mengenai semua hal itu walaupun kamu sudah mengetahuinya dan tetap teguh di dalam kebenaran yang telah kamu terima.

[13] Lagi pula, menurut anggapanku, selama aku masih mendiami kemah ini sudah sepatutnyalah apabila aku terus-menerus mengingatkan kamu

[14] sebab aku tahu bahwa aku akan segera menanggalkan kemahku, seperti telah diberitahukan kepadaku oleh Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi.

[15] Namun, aku akan berusaha supaya sepeninggalku kelak kamu dapat mengingat semua hal itu setiap saat.

[16] Kami sudah memberitahukan kepadamu mengenai kuasa dan kedatangan Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi itu. Semua itu bukanlah dongeng yang dibuat oleh kecerdikan manusia karena kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

[17] Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah, Sang Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepada-Nya, “Inilah Sang Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

[18] Suara itulah yang kami dengar dari surga ketika kami sedang bersama-sama dengan-Nya di atas gunung yang suci itu.

[19] Selain itu, pada kami juga ada kata-kata nubuat yang lebih meneguhkan. Sebaiknya, kamu pun memperhatikannya karena kata-kata nubuat itu sama seperti pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai hari menjadi terang dan bintang timur terbit di dalam hatimu.

[20] Hal terutama yang harus kamu ketahui ialah bahwa tidak ada satu nubuat pun dalam Kitab Suci yang berasal dari penafsiran manusia

[21] karena tidak pernah ada nubuat yang muncul atas kehendak manusia, melainkan karena didorong oleh Ruh Allah, orang-orang menyampaikan firman yang asalnya dari Allah.

Surat 2 Petrus — Chapters