Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 3:32

[1] Sedangkan mengenai pemberian bantuan kepada orang-orang saleh, aku tidak perlu menuliskannya kepadamu

[2] karena aku tahu kesediaanmu. Bahkan aku memegahkan kamu di hadapan orang-orang Makedonia dengan mengatakan bahwa Akhaya sudah siap sejak tahun lalu, dan semangatmu itu sudah membangkitkan minat banyak orang.

[3] Aku mengutus saudara-saudara kita itu supaya kemegahan kami atas kamu dalam hal ini jangan menjadi sia-sia. Dengan begitu, kamu harus betul-betul siap karena demikianlah sudah kukatakan kepada mereka.

[4] Kalau ada orang-orang Makedonia yang datang bersama-sama dengan aku dan mereka mendapati bahwa kamu belum siap, maka kami (tak perlulah kami menyebut kamu) akan merasa malu karena kami sudah sedemikian yakin.

[5] Sebab itu, menurutku aku perlu meminta kepada saudara-saudara kita supaya mereka pergi lebih dahulu menemui kamu untuk mengatur pemberian yang telah kamu janjikan itu. Dengan demikian, pemberian itu terkumpul semata-mata karena kemurahan hatimu dan bukan karena paksaan.

[6] Ingatlah firman ini, “Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak.”

[7] Hendaklah masing-masing orang memberi sesuai dengan niat hatinya, jangan dengan sedih hati atau dengan terpaksa karena sikap hati orang yang memberi dengan gembira disukai Allah.

[8] Allah berkuasa melimpahkan segala anugerah-Nya ke atas kamu supaya kamu selalu dapat mencukupi segala kebutuhanmu sendiri, bahkan berkelimpahan untuk melakukan segala perbuatan baik.

[9] Seperti telah tertulis, “Ia membagi-bagikan, Ia memberi kepada orang miskin. Apa yang benar, yang berasal dari Allah, tetap ada sampai selama-lamanya.”

[10] Tuhanlah yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. Ia jugalah yang akan menyediakan benih bagimu untuk ditabur dan melipatgandakannya, serta memperbanyak buah-buah yang benar dalam kehidupanmu.

[11] Kamu akan diperkaya dalam segala sesuatu sehingga kamu dapat terus-menerus bermurah hati. Pemberianmu, yang disampaikan melalui kami, akan membangkitkan rasa syukur kepada Allah.

[12] Karena pekerjaan mulia yang sedang kita laksanakan ini bukan saja akan mencukupkan kekurangan orang-orang saleh, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur yang dipanjatkan oleh banyak orang kepada Allah.

[13] Melalui pekerjaan mulia ini, kamu membuktikan imanmu yang nyata, dan mereka memuliakan Allah karena mereka melihat kesetiaan pengakuanmu terhadap Injil Al-Masih serta kemurahan hatimu yang kamu tunjukkan melalui pemberian kepada mereka dan kepada semua orang.

[14] Dalam doa mereka untuk kamu, mereka merindukanmu sebab anugerah Allah melimpah atas kamu.

[15] Puji syukur bagi Allah atas karunia-Nya yang tidak terkatakan itu.

Surat 2 Korintus — Chapters