Skip to content
Opens in a new window
Listen to this chapter • 4:36

[1] Jikalau salah seorang dari antara kamu ada yang sedang berselisih dengan yang lainnya, masakan ia mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar dan bukan kepada orang-orang saleh?

[2] Tidak tahukah kamu bahwa dunia ini akan dihakimi oleh orang-orang saleh? Jika dunia ini akan kamu hakimi, tidak sanggupkah kamu menyelesaikan perkara-perkara yang kecil?

[3] Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi para malaikat? Apalagi hanya perkara-perkara kecil dalam kehidupan sehari-hari!

[4] Jika kamu menghadapi perkara-perkara kecil semacam itu, apakah kamu akan mencari keadilan pada orang-orang yang tidak berarti di dalam jemaah?

[5] Aku berkata demikian supaya kamu merasa malu. Apakah tidak ada seorang pun dari antara kamu yang berhikmah, yang dapat mengurus perkara-perkara di antara saudara-saudaranya?

[6] Sampai-sampai ketika saudara yang satu mendakwa saudaranya yang lain, perkara itu justru dibawa ke hadapan orang-orang yang tidak beriman.

[7] Bahwa di antara kamu masih ada yang saling mendakwa pun sungguh merupakan cela bagimu. Mengapa kamu tidak lebih suka diperlakukan tidak adil? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan?

[8] Padahal kamu sendiri pun melakukan apa yang tidak adil dan yang merugikan orang, bahkan terhadap saudara-saudaramu sendiri.

[9] Tidak tahukah kamu bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Jangan sesat! Orang yang cabul, penyembah berhala, pezina, pelaku homoseks,

[10] pencuri, tamak, pemabuk, pemaki, dan perampas tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.

[11] Memang ada beberapa orang di antara kamu yang sebelumnya demikian, tetapi sekarang kamu sudah menyerahkan dirimu dibasuh, disucikan, dan dibenarkan dalam nama Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi, serta oleh Ruh Allah, Tuhan kita.

[12] Segala sesuatu halal bagiku, tetapi tidak semuanya bermanfaat. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mau diperhamba oleh sesuatu pun.

[13] Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan. Meskipun begitu, kedua-duanya akan dilenyapkan Allah. Sedangkan tubuh kita bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh kita.

[14] Allah telah membangkitkan Isa, Junjungan kita Yang Ilahi, dan kita pun akan dibangkitkan oleh kuasa-Nya.

[15] Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah anggota tubuh Al-Masih? Bolehkah anggota tubuh Al-Masih dijadikan anggota tubuh perempuan sundal? Sekali-kali tidak!

[16] Atau tidak tahukah kamu bahwa seorang yang mengikatkan diri dengan perempuan sundal berarti menjadi satu tubuh dengannya? Karena “keduanya akan menjadi satu,” demikianlah firman Tuhan.

[17] Tetapi, orang yang mengikatkan diri pada Tuhan menjadi satu ruh dengan-Nya.

[18] Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Semua dosa yang diperbuat oleh seseorang terjadi di luar tubuhnya, tetapi orang yang melakukan percabulan, berdosa terhadap tubuhnya sendiri.

[19] Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Ruh Allah yang ada di dalam kamu, yaitu Ruh yang kamu terima dari Allah? Jadi, dirimu itu bukanlah milikmu lagi.

[20] Kamu sudah dibeli dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu.

Surat 1 Korintus — Chapters