Episode ini membahas ‘investasi’ lebih dari sekadar perspektif keuangan. Bagi sebuah negara yang bercita-cita berdaya tawar kuat, investasi di pendidikan dan energi juga sebuah keharusan.Lamtiurida Hutabarat (Principal Investment Officer Infrastructure Lead, Malaysia IFC, World Bank Group) dan Steffanus Ade Widjaja (Managing Director, Investment at Danantara Indonesia) bekerja di persimpangan modal, infrastruktur, dan talenta.Bersama Gita Wirjawan, mereka membahas peran guru dan cara ‘menghargainya’, kebutuhan energi bagi ekonomi yang ingin tumbuh lebih cepat, kepentingan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko, serta cara sebuah bangsa mengelola talenta lewat brain gain, brain circulation, dan brain linkage.Percakapan ini adalah buah kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation, pemberi beasiswa yang membuka banyak pintu untuk Tiur dan Stef hingga mereka ada di posisi saat ini di lembaga masing-masing.Topik Selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:30 - Latar Belakang Tiur dan Stef0:11:40 - Rombak persepsi tentang guru lewat insentif0:21:50 - Bisakah modal swasta membiayai pendidikan?0:27:33 - Energi: dari 5.000 MW ke 30.000 MW0:45:27 - Kendalanya modal atau proyek?0:57:23 - Tiongkok vs Asia Tenggara: empat atribut1:01:34 - Sektor apa yang bankable?1:03:24 - Pertumbuhan 8% dan lapangan kerja1:06:20 - Kuliah di AS vs di Indonesia1:08:45 - Sekolah unggulan dan ambisi siswa1:12:49 - Brain train, gain, circulation, linkage1:21:34 - Pelajaran dari pendidikan dokter spesialis1:25:20 - Kewirausahaan Tiongkok vs Amerika1:30:35 - Apakah MBA masih relevan?#Endgame #GitaWirjawan #Investasi------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:Ashby Monk: Indonesia’s Big Bet? An SWF Expert Breaks Down Danantara
Claudia Kolonas: Baca Instabilitas Pasar Saham dan AI
Hendri Saparini: Arah Ekonomi di Era Pemimpin Baru